™ThE AnGeL™

We ArE hAvE fUn

BeLaJaR eFeKtIf

Posted by nicolzz pada Mei 25, 2010

Belajar dari buaian hingga liang lahat atau tuntutlah ilmu sampai negeri Cina, petuah untuk rajin belajar yang sering kita dengar dari orangtua dan para guru kita. Dan ternyata, proses belajar pun tidak hanya di institusi yang biasa kita sebut sekolah atau kampus, tetapi bisa dimana saja dan kapan saja. Sehingga untuk menjadi sukses, belajar secara berkesinambungan menjadi suatu keniscayaan.

contoh belajar efektif

Meskipun sudah banyak waktu yang kita gunakan untuk aktifitas belajar, terkadang kita tidak tahu cara yang efektif untuk melakukan aktifitas yang namanya belajar. Untuk mengerti atau memahami dibutuhkan jalan panjang

berliku dan tidak mudah. Jalan pintas malah bisa menyesatkan atau merugikan. Jadi, kita perlu aktif

berpartisipasi dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar menjadi efektif bahkan terukur.
Kita sering berfikir bahwa untuk memperoleh hasil yang terbaik dalam belajar adalah dengan melakukan kegiatan seperti menyimak dan memperhatikan pelajaran saat di kelas, rajin membaca, tidak menunda-

nunda penyelesaian tugas, belajar di tempat yang tenang dan nyaman, aktif bertanya, ikut bimbingan belajar atau mengundang guru ke rumah.

(http://www.stp.dkp.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=340:belajar-efektif&catid=74:motivasi&Itemid=113)

1. Bertanggung jawab atas diri sendiri.

Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana dimana Anda sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar. Termasuk dalam hal ini selalu berkonsentrasi dalam pelajaran di kelas, mengulang pelajaran tidak hanya ketika akan ujian, dan sebagainya. Cara ini akan menjadikan Anda sukses untuk mensukseskan program, belajar efektif.

2. Pusatkan diri Anda terhadap nilai dan prinsip yang Anda percaya.

Tentukan sendiri mana yang penting bagi Anda. Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte apa yang penting untuk Anda.

3. Kerjakan dulu mana yang penting.

Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah Anda tentukan sendiri. Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatian Anda dari tujuan. Melakukan pekerjaan dengan keterpaksaan, tidak keluar dari dalam hati, tidak akan menjadikan belajar efektif lagi.

4. Anggap diri Anda berada dalam situasi “co-opetition” (bukan

situasi “win-win” lagi).

“Co-opetition” merupakan gabungan dari kata “cooperation” (kerja sama) dan “competition” (persaingan). Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukan atau ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai saingan Anda dalam kelas. Dengan cara ini, maka Anda akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik didalam kelas, dan memacu Anda untuk selalu belajar efektif.

5. Pahami orang lain, maka mereka akan memahami Anda.

Ketika Anda ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru atau dosen, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan diri Anda sebagaiguru atau dosen tersebut. Nah, sekarang coba tanyakan pada diri Anda, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru atau dosen tersebut.

6. Cari solusi yang lebih baik.

Bila Anda tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut. Cobalah cara lainnya. Misalnya, mendiskusikan bahan tersebut dengan guru atau dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademis Anda. Mereka akanmembantu Anda untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Maka dengan demikian, lebih memungkinkan untuk belajar efektif, bukan?

7.Tantang diri Anda secara berkesinambungan.

Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin Anda akan mendapatkan ide-ide yang cemerlang. Jangan pernah puas dengan apa yang

Anda peroleh saat ini. Cobalah untuk terus lebih baik lagi, dan lagi. Dengan demikian Anda akan terus terpacu menerapkan belajar efektif.

Nah, saatnya untuk mencoba. Namun ingat, jangan memaksakan diri untuk memforsir diri siang malam untuk terus menerus belajar. Tubuh Anda juga memiliki hak atas diri Anda. Memaksakan satu hal dalam kondisi capek atau sakit juga tidak akan menjadikan belajar efektif.

(http://www.anneahira.com/dunia-belajar/belajar-efektif.htm)

Ada baiknya Anda membuat persiapan yang baik buat satu semester ke depan. Tak ubahnya para peserta diri yang dituntut mempersiapkan segala keperluan, seperti buku pelajaran, buku tulis atau baju seragam. Selain itu, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan, Pertama, tentukan target Anda di semester ini apa. Kemudian buat jadwal harian yang isinya langkah-langkah menuju target tersebut. Supaya target belajar goal-nya lebih cepat, berikut ada beberapa tips bagaimana cara belajar yang efektif, yang telah teruji oleh beberapa negera maju. Tips ini bias Anda jalankan sendiri, atau ditularkan kepada peserta didik Anda.

1.Usahakan selalu konsentrasi penuh waktu mendengarkan pelajaran yang disampaikan guru atau totor. Materi yang Anda dengar bakal mudah dipanggil lagi begitu Anda menghapal ulang pelajaran tersebut.

2. Cara lain adalah dengan membaca ulang catatan pelajaran kemudian buat kesimpulan dengan kalimat sendiri. Supaya dapat terpatri lama di memori, tulis kesimpulan tadi di secarik kertas kecil seukuran kartu nama. Kartu-kartu tersebut efektif untuk mengulang dan membaca singkat kala senggang.

3. Mengulang pelajaran tidak selamanya harus dengan membaca atau menulis. Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. Bagusnya lagi, Anda menjadi lebih paham akan materi tersebut.

4. Belajar mendadak menjelang tes memang tidak efektif. Paling tidak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yangbanyak bukan masalah. Caranya: selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat.

5. Kalau badan capek, bakal susah buat konsentrasinya. Beberapa temanmenyarankan untuk libur dulu dari acara olah raga atau kegiatan fisik lainnya sehari menjelang ulangan umum.

6. Belajar sambil mendengarkan musik memang asyik. Pilih music yang tenang tapi menggugah. Musik klasik macam Beethoven ato Mozart bisadicoba. Musik tipe ini cocok banget buat menemani kamu selama mengerjakan tugas yang jawabannya sudah pasti, seperti matematika, ilmu alam atau bahasa asing. Dijamin stamina belajar Anda akan selalu berisi dan penuh semangat.

Memang bingung ya kalau semua orang saling memberi tahu apa yang harus dikerjakan. Paling penting adalah utamakan prioritas Anda. Karena biasanya kita menilai diri sendiri dari apa yang dirasakan, sedang orang lain hanyamelihat dari apa yang telah kita hasilkan. Sementara apa yang bisa kita hasilkan hanya kita sendiri yang tahu. Jadi, buat target yang kamu percaya mampu meraihnya bukan apa yang dipikirkan orang lain. Begitu juga dengan cara belajar efektif, pilih cara baik mana yang paling pas dengan kondisi Anda. Selamat mencoba!

(http://www.alfurqon.or.id/component/content/article/64-guru/335-tips-belajar-efektif)

Jadi kesimpulannya adalah Belajar itu salah satu tugas yang wajib untuk para siswa. Untuk itu diperlukan strategi – strategi yang pas agar para siswa dapat belajar dengan efektif. Dengan begitu usaha para siswa untuk menghafalkan atau untuk mengerti sebuah pelajaran akan gampang sekali. Cara lain untuk belajar adalah penggunaan media untuk kepentingan belajar ini juga merupakan salah satu bentuk strategi belajar. Sebagai contoh, media audio akan sangat membantu bagi orang yang memiliki gaya belajar “auditorial”. Penggunaan media untuk belajar sering dianggap aneh karena tidak biasa bagi mereka yang terbiasa belajar tatap muka. Pada proses belajar jarak jauh, penggunaan media bukan sesuatu yang aneh.

Setiap kita pastinya ingin sukses dalam belajar, dan tidak menginginkan cara instant yang tidak terhormat. Seperti dengan menyontek, menyuap guru, membeli soal bocoran, dan sebagainya. Akan jauh lebih puas jika kalian bisa berhasil dalam studi kalian dengan menerapkan belajar efektif. Memang, bagi sebagian orang kata belajar masih identik dengan sebuah keharusan yang menjemukan.

Adanya jarak secara fisik antara pengajar dan siswa, membuat beberapa fungsi pengajar tidak berperan, seperti misalnya fungsi pengajar dalam memberikan materi ajar pada saat sekolah atau fungsi pengajar dalam mendisiplinkan mahasiswa untuk mengikuti kelas. Sehingga harus disiasati sendiri oleh siswa melalui strategi belajar. Misalnya, kalian harus pandai membuat jadwal untuk membaca bahan ajar,   melalui modul atau media lain, sebagai salah satu cara berkomunikasi dengan pengajar. Materi ajar mewakili pengajar karena materi ajar merupakan hasil pemikiran pengajar. Kalian juga harus mensiasati diri sendiri untuk berdisiplin melaksanakan jadwal yang telah kalian buat. Jika siswa pada umumnya harus berdisiplin pergi ke sekolah, maka kalian dapat merencanakan sejumlah waktu yang sama untuk dipakai membaca modul. Kalian justru beruntung karena dapat belajar di mana saja. Yang harus kalian lakukan adalah berdisiplin untuk menentukan kapan saat belajar.

Merencanakan strategi belajar merupakan keterampilan khusus yang perlu dikembangkan siswa. Sebagai siswa, kalian tidak dapat menggunakan kebiasaan belajar tatap muka jika ingin berhasil. Jika kalian membawa kebiasaan belajar tatap muka untuk belajar, maka kalian akan mengalami berbagai kesulitan. Sebagai contoh, kalian mungkin terlalu sibuk bekerja sehingga lupa belajar. kalian juga dapat terjebak pada kegiatan rutin di rumah seperti bermain bersama teman, nonton tv; sehingga kalian tidak terampil untuk mensiasati waktu belajar kalian. Dalam proses belajar jarak jauh, tidak ada orang (guru/dosen) yang membantu kalian untuk mengingatkan atau menyuruh kalian belajar selain diri kalian sendiri. Hanya diri kalian yang dapat memicu dan memacu proses belajar kalian.

Dengan belajar siswa dapat mengenal sebuah pengetahuan yang baru. Dan jika dapat dipraktekan secara langsung di lingkungan sekitar alangkah berfungsinya pengetahuan tersebut. Dan dengan belajar dan dapat menyelesaikan pendidikan sampai tinggi, orang tua yang ada di rumahpun akan senang juga. Sehingga hubungan keluarga akan semakin rukun, harmonis, dan menyenangkan dengan belajar tersebut.

Posted in PIKA | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »